Sabtu, 04 September 2010

Selamat malam Jakarta

Keras, kasar, penuh sesak, kotor dan tak punya hati. Itulah kau Jakarta.
Riuh kacau menggema hingga sudut-sudut belahan kecil ragamu.
Tawa dan suka berhamburan dirumah si Kaya.
Tangis dan ratap memeluk gubuk si Miskin.

Satu sisi yang terbuangkan dari mata khalayak.
Si tua tua yang telah lama mengenyam manis pahitnya peluhmu,
hingga tak terhitung berapa kisah yang tertelan.
Berbaring rapuh dibusuknya kasur tua istana si kutu busuk.
 
Suka duka susah senang tangis tawa ratap dan canda.
Senantiasa hiasi jantung jantung jakarta yang terus berdetak lemah.
Hampir mati ditelan musuh kau dulu.
Si tua tualah yang bawamu menjauh dari si asing laknat.
Si tua tualah yang harumkan anyir darah dari lukamu.

Dimanakah nuranimu, buangkan wajahmu dari kecilnya tubuh rapuh itu.
Bak si asing laknat kau kini.
Tak kenal bapak sendiri.
Yang dulu jatuh bangun berlari gapai merdeka bersama bangsamu.

Masih ingatkah kau akan mereka.
Masih pedulikah kau akan mereka.
Semoga Tuhan makin bukakan matamu,
akan kenyataan yang telah tertelan oleh jaman.
Kenyataan bahwa si tua tua itu menunggu untuk uluran tanganmu.
Bersama kenangan merdeka mereka yang tersimpan rapih di jiwa mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mampir yyuk , main yyuk , gabung yyuk , komen yyuk . haha .
Gbu ^^